Dipermalukan Barca, Mental dan Taktik Roma Dikritik Keras

Agen Bola Terbaik

Dipermalukan Barca, Mental dan Taktik Roma Dikritik Keras

Roma – Performa AS Roma kala dilumat Barcelona 1-6 mendapatkan kritikan keras dari mantan pemain. Giallorossi dinilai tak melakukan pendekatan dengan sebaik-baiknya, dari sisi mental maupun taktik.

Roma takluk 1-6 kala bertandang ke Camp Nou, Rabu (25/11/2015) dinihari WIB di lanjutan fase grup Liga Champions. Dua gol dari Luis Suarez dan Lionel Messi, serta masing-masing satu gol dari Gerard Pique dan Adriano cuma bisa dibalas satu kali oleh Edin Dzeko di penghujung laga.

Eks pemain Roma Zbigniew Boniek menilai Roma sejak masuk ke lapangan sudah tak punya tekad untuk tampil habis-habisan. Sebab di laga lainnya, Bayern Leverkusen dan BATE Borisov cuma bermain imbang 1-1.

Artinya apapun hasil melawan Barca, Roma akan tetap ada di posisi dua dan masih memegang kendali untuk lolos ke fase gugur, yang akan ditentukan di laga terakhir melawan BATE.

“Melihat Roma kemarin itu mengecewakan. Kita bisa berbicara soal banyaknya kesalahan, tapi saya rasa sebelum pertandingan Roma melihat hasil imbang antara BATE Borisov dan Bayer Leverkusen, dan merasa kelolosan ada sepenuhnya di tangan mereka jika memenangi laga terakhir. Mungkin mereka masuk ke lapangan dengan sedikit merasa puas karena hasil itu,” kata Boniek kepada Adn Kronos dikutip Football Italia.

“Saya melihat sebuah tim yang mengecewakan, yang tidak banyak berjuang, mereka ingin bergantung sepenuhnya pada kemampuan teknik, dengan mengetahui sepenuhnya bahwa level mereka lebih rendah dari Barcelona,” tambahnya.

Boniek yang membela Roma dalam periode 1985-1988 juga menilai pelatih Roma Rudi Garcia terlalu naif memainkan garis pertahanan yang amat tinggi. Dengan begitu, para pemain Barca punya banyak ruang di depan gawang untuk diekploitasi lewat kedua sisi.

Boniek juga melihat keempat bek Roma bermain kurang kompak sehingga kian memudahkan Barca melepaskan bola-bola terobosan. Secara keseluruhan, pria Polandia itu menyebut Roma tampak bodoh dan yakin kekalahan besar tersebut sejatinya sangat bisa dihindari.

“Yang amat mengganggu saya adalah jika Anda melawan Barcelona, Anda tahu seperti apa permainan mereka: menguasai bola, agak seperti bola tangan, mereka bergerak dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, dan kalau seseorang melakukan tusukan, mereka memberinya bola,” sambungnya.

“Roma harusnya mundur sedikit lebih jauh untuk mencegah mereka melakukan tusukan-tusukan itu, atau satu dari dua bek tengah harus bermain hampir seperti libero, dalam gaya yang lama. Mereka memberikan tiga atau empat gol cuma-cuma dengan tusukan-tusukan yang tampak seperti permainan anak-anak.”

“Pertahanannya terlalu tinggi dan tanpa sinisme. Tapi secara khusus empat bek sejajar, dengan tak ada yang menjaga satu sama lain, bola yang mengarah ke ruang antara dua bek selalu berhasil mencapai pemain Barcelona.”

“Hal yang paling aneh adalah Roma tidak fokus untuk menghadapi sebuah laga seperti ini, yang mana cukup serius karena kurang fokus melawan Barcelona berarti dipermalukan. Barcelona dalam performa bagus, mereka bermain dan menang dengan gaya yang meyakinkan. Tapi saya kecewa Roma tampak bodoh seperti ini tiap tahunnya, ini seharusnya bisa dihindari,” demikian Boniek.

Dalam laga kemarin, Barca dominan dalam penguasaan bola dengan persentase 66% dan tingkat akurasi umpan mencapai 91%. Mereka melepaskan 18 tembakan dengan 12 tepat sasaran, sementara Roma punya delapan upaya di mana empat mengarah ke gawang.

Agen Bola Sbobet