Buffon Bicara Soal Napoli dan Inter, Dua Rival Juventus untuk Raih Scudetto

Buffon Bicara Soal Napoli dan Inter, Dua Rival Juventus untuk Raih Scudetto

Turin – Setelah sempat tertatih-tatih di awal musim, Juventus kini muncul sebagai kandidat peraih Scudetto musim ini. Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, menyebut ada dua tim yang jadi rival terdekat mereka: Napoli dan Inter.

“Saya pikir, kalau Juventus sampai meraih Scudetto, pasti banyak sekali orang yang kesal. Meski begitu, jalan masih panjang dan persaingan masih terbuka,” ujar Buffon seperti dilansir Football Italia.

Buffon menyebut “banyak sekali orang yang kesal” lantaran Juventus mengawali musim ini dengan buruk. Mereka sempat berkubang di papan bawah, sebelum akhirnya bangkit menjelang pertengahan musim. Tahu-tahu saja, Juventus kini sudah duduk di posisi kedua klasemen.

Bianconeri kini mengoleksi 42 poin, tertinggal dua poin di belakang Napoli dan unggul dua poin atas Inter. Buffon menyebut, ketidakmampuan rival untuk menjaga konsistensi membuat kans Juventus untuk menjadi juara tetap terbuka lebar.

Meski optimistis, Buffon juga menyadari bahwa persaingan masih terbuka lebar. Dengan 18 pekan tersisa, ia meyakini bahwa Juventus bakal bersaing ketat dengan Napoli dan Inter.

“Apakah Napoli dan Inter rival utama kami? Mereka berada di level yang sama, bahkan di liga yang seimbang seperti ini, di mana pemimpin klasemen bisa berubah setiap Minggu.”

“Inter tidak bermain di Eropa, dan itu amat membantu mereka. Sementara, mesin Napoli diberi oli dengan sempurna. Mereka punya salah satu lini serang terbaik di Eropa, dan berkat pelatih luar biasa seperti (Maurizio) Sarri, mereka kini memiliki pertahanan kokoh.”

“Napoli jelas layak untuk mendapatkan Scudetto,” kata Buffon.

Buffon juga menyinggung kegagalan Inter mengalahkan Juventus kala kedua kesebelasan bertemu, 25 Oktober 2015. Menurut Buffon, saat itulah kesempatan terbesar Inter untuk menghancurkan mental Juventus.

“Momen paling berisiko bagi kami? Saya pikir, ketika bermain imbang 0-0 di Milan, yang mana salah diartikan sebagai hasil bagus buat Inter. Faktanya, jika kami kalah hari itu, mental kami pasti sudah hancur.”

“Nerazzurri bisa saja melumat kami, tapi mereka tidak melakukannya,” kata kiper berusia 37 tahun tersebut.