Rasa Malas Bikin Karier Cassano Berantakan

Rasa Malas Bikin Karier Cassano Berantakan

Genoa – Antonio Cassano tak pernah benar-benar mencapai puncak karier sebagai pesepakbola profesional. Cassano menyebut kemalasannya sebagai pangkal dari semua masalah.

Nama Cassano mulai naik daun saat dia memulai karier di Bari. Bakatnya yang menjanjikan kemudian membuat AS Roma merekrutnya pada 2001 saat dia masih berumur 19 tahun. Nilai transfernya saat itu 60 miliar lira (sekitar 30 juta euro). Dia pun menjadi pemain remaja termahal di waktu itu.

Cassano adalah salah satu pemain dengan kualitas teknik terbaik yang pernah dimiliki Italia. Sayangnya, hal itu juga disertai dengan temperamen yang buruk. Dia banyak melakukan perbuatan indisipliner dan tak jarang berselisih dengan pelatihnya.

Dari Roma, Cassano bertualang dan berpindah-pindah klub, mulai Real Madrid, Sampdoria, AC Milan, Inter Milan, Parma, dan sekarang kembali ke Sampdoria lagi.

Cassano yang sekarang berusia 33 tahun berharap bisa pensiun di I Blucerchiati. Dia juga tak menyesali perbuatannya di masa lalu, yang membuatnya tak bisa mengeluarkan potensi terbaiknya.

“Katakanlah saya menghancurkannya untuk diri saya sendiri. Saya selalu malas. Saya tak pernah melakukan apa-apa untuk membantu saya mengeluarkan performa terbaik,” ucap Cassano kepada Mediaset.

“Tapi, saya baik-baik saja dengan itu. Saya senang. Saya merasa bahagia di Kota Genoa dan ingin mengakhiri karier bersama Sampdoria,” katanya.