Torres, Destro, Adriano dan ‘Kutukan’ Nomor 9 di Milan

Torres, Destro, Adriano dan 'Kutukan' Nomor 9 di Milan

Jakarta – Dalam Dua musim terakhir sudah dua pemain bernomor punggung sembilan bernasib buruk di AC Milan. Luiz Adriano bisa memperpanjang catatan itu jika dia jadi hengkang.

Adriano jadi salah satu pembelian besar Milan di musim panas 2015 lalu. Nilainya memang tidak terlalu mahal, hanya 8 juta euro. Tapi trek rekornya yang oke membuat Milanisti menaruh harapan besar striker asal Brasil itu bisa menciptakan kerjasama yang padu dengan Carlos Bacca di lini depan.

Tapi sampai setengah musim terlewati penampilan mantan pemain Shakhtar Donetsk itu belum mengesankan. Dari 19 penampilan di Serie A dan Coppa Italia, jumlah golnya baru lima.

Dalam beberapa hari terakhir rumor dirinya akan pergi mulai berembus. Agen Adriano sudah membenarkan kalau kliennya punya peluang pergi.

Apa yang terjadi pada Adriano merupakan ulangan atas nasib serupa yang dialami dua pemain Milan bernomor punggung sembilan sebelumnya. Mereka adalah Fernando Torres dan Mattia Destro.

Ketiganya sama-sama bernomor sembilan, dan pada akhirnya cuma bertahan enam bulan di San Siro. Fakta menarik lainnya, mereka bertiga sama-sama mencetak gol pertamanya dalam seragam ‘Merah Hitam’ saat berhadapan dengan Empoli.

Yang pertama adalah Fernando Torres. Datang ke Milan dengan status pinjam dari Chelsea pada musim panas 2014, Torres cuma bertahan enam bulan di San Siro. Dia pindah ke Atletico Madrid pada transfer window kedua.

Selama setengah musim bersama Milan, Torren bermain 10 kali. Cuma satu gol yang dia buat. Itu terjadi dalam laga dengan Empoli pada 23 September 2014.

Setelah Torres pergi Milan mendatangkan Destro, juga dengan status pinjam, dari AS Roma. Bermain 15 kali di Serie A, Destro melesakkan tiga gol untuk Rossoneri.

Gol pertama striker yang kini bermain untuk Bologna itu tercipta ke gawang Empoli dalam laga di San Siro pada 15 februari 2015.

Untuk Adriano, dia juga membuka rekening golnya untuk Milan ke gawang Empoli. Itu dia lakukan di pekan kedua dalam laga di San Siro.

Sepanjang sejarah Milan, ada beberapa pemain besar yang membela mereka memakai nomor sembilan. Yang terakhir meraih sukses besar adalah Filippo Inzaghi dan George Weah.

Soal kutukan nomor sembilan, yang paling sial adalah Marco van Basten. Kariernya tuntas di Diavolo Rosso setelah mendapat cedera parah. Saat gantung sepatu di tahun 1995 dia berusia 30 tahun.