Les Bleus Ditunggu Laga Emosional di Stade de France

Les Bleus Ditunggu Laga Emosional di Stade de France

Les Bleus Ditunggu Laga Emosional di Stade de France

Paris – Empat bulan lalu aksi bom bunuh diri terjadi di dekat pintu Stade de Frace. Pekan depan, untuk kali pertama, Tim Nasional Prancis akan kembali berlaga di stadion tersebut.

Tepatnya pada 13 November 2015 terjadi serangkaian penyerangan di Paris. Menewaskan lebih dari 130 orang, salah satu sasaran penyerangan adalah Stade de France.

Sebuah bom bunuh diri meledak tak jauh dari salah satu pintu masuk stadion. Padahal ketika itu Timnas Prancis sedang menjalani pertandingan persahatan dengan Jerman. Kedua tim sampai bermalam di stadion demi alasan keamanan.

Selasa (29/3/2016) pekan depan Timnas Prancis untuk kali pertama akan kembali bermain di Stade de France, mereka akan menjamu Rusia dalam laga persahabatan.

“Tidak akan ada yang bisa melupakan apa yang telah terjadi, tapi kami tidak bolah pergi ke sana dengan rasa takut dan ketidakpastian. Kami mengalami periode yang mengerikan, benar-benar dramatis. Tapi Stade de France adalah stadion kami,” ucap pelatih Didier Deschamps.

“Ayo jadikan ini sebuah pesta yang indah. Secara emosional itu akan berat, tapi kami harus bisa menghadapinya sekarang,” lanjut dia dikutip dari RTE Sport.

Buat Deschamps, Stade de France adalah stadion penuh sejarah. Di tahun 1998 dia mengangkat trofi Piala Dunia pertama dan satu-satunya untuk Prancis hingga kini.

Ada dua ledakan besar terdengar di dalam stadion saat Prancis menjamu Jerman ketika itu. Serangkaian serangan tersebut memunculkan kengerian besar buat penggawa Les Bleus.